Menerapkan Dutch Betting Dalam Judi Bola Online

taruhan bola online

Bila kita berbicara menyoal judi online, akan tersebutlah beberapa style manajemen finansial untuk penerapan cara pemasangan taruhan. Bila sebelum – sebelumnya, penulis pernah membahas strategi melipat taruhan yang disebut metode Martingale maka disini ada pula metode sistem pemasangan taruhan yang sedang populer di kalangan penjudi online di belahan bumi lain yaitu benua Eropa, strategi yang sedang viral ini disebut Strategi Taruhan Belanda atau dalam bahasa Inggrisnya adalah Dutch Betting.

Disebut sebagai strategi taruhan Belanda namun strategi bertaruh semacam ini bukanlah ditemukan di Belanda melainkan metode ini ditemukan dan lahir di Denmark tetapi sayangnya tidak diketahui secara jelas siapa penemu strategi ini. Nah strategi Dutch Betting ini sudah eksis sejak lama tetapi belakangan menjadi sangat populer digunakan kembali oleh para penjudi di benua Eropa yang bertaruh judi sepakbola dengan menggunakan sistem taruhan Odds.

Pengertian Odds sendiri adalah besaran nilai hadiah yang akan diberikan kepada player dan menjadi dasar perkalian dengan jumlah yang kamu pertaruhkan. Contohnya adalah katakanlah odds pada bursa judi sebesar 1,36 maka hadiah kemenangan bagi mereka yang memasang Rp. 100 ribu adalah sebesar Rp. 136 ribu, simpelnya adalah kamu menang Rp 36 ribu karena jumlah Rp. 100 ribu tersebut adalah merupakan modal kamu bertaruh.

Begitulah cara simpel kalau kamu ingin mengetahui nilai profit dari sebuah odds yang kamu mainkan, kamu tinggal kurangkan saja angka depannya dari jumlah odds tersebut dengan angka 1. Pada kasus di atas dengan jumlah odds 1,36 maka profit kamu menjadi 0,36 dimana jumlah 0,36 ini kamu kalikan dengan jumlah taruhan kamu sebesar Rp. 100 ribu maka nilai profit dari taruhan kamu adalah sebesar Rp. 36 ribu jikalau kamu menang.

Strategi taruhan Belanda Dutch Betting ini sebenarnya menggunakan strategi yang hampir sama pula dengan metode melipat taruhan ala ala strategi Martin Gale. Dimana pemain yang menggunakan metode ini harus meningkatkan jumlah taruhan miliknya pada bet bet berikutnya apabila pemain tersebut katakanlah mengalami kekalahan.

Namun ada hal mendasar yang sangat membedakan antara strategi taruhan belanda dutch betting ini dengan strategi Martingale, jika pada strategi Martingale kamu perlu melipatgandakan taruhan kamu hingga dua kali lipat secara konstan dan terus menerus jikalau kamu mengalami kekalahan maka pada strategi taruhan Belanda dutch betting kamu tidak perlu menggandakan taruhan kamu dua kali lipat secara konstan, tetapi hanya cukup memperbesar jumlah taruhan kamu saja sambil tetap memperhatikan odds yang sedang berjalan.

Apakah kamu kebingungan? Strategi taruhan belanda dutch betting ini mungkin nampak sangat membingungkan bagi pemain judi bola di Indonesia yang telah sangat familiar dengan tampilan bursa pasaran judi sepakbola Asia yang mana menerapkan sistem dasar voor. Tapi di benua Eropa sistem strategi taruhan belanda dutch betting ini sangat sangatlah populer.

Daripada kamu menjadi lebih kebingungan, langsung saja mari kita bersama sama lihat contoh penerapan strategi Dutch Betting untuk jenis taruhan judi bola online.

Penerapan strategi Dutch Betting pada taruhan bola online dimulai dengan menempatkan taruhan pada jumlah yang minimal, dan apabila kamu mengalami kekalahan maka kamu harus memperbesar taruhan di bet seterusnya hingga akhirnya kamu mendapatkan kemenangan yang akan menutupi hasil kekalahan kamu. Tentu saja strategi ini bisa kamu lakukan berulang-ulang karena kamu cukup untuk mencari satu kemenangan saja dan seluruh kekalahan menjadi impas dan siklus permainan kamu bisa diulang kembali dengan taruhan minimal di awal. Contohnya adalah seperti pada proses taruhan berjalan di bawah ini

Taruhan pertama Rp. 20 ribu posisi odds @1.5. Hasil: Kalah Saldo = minus Rp. 20 ribu.
Taruhan kedua Rp. 40 ribu posisi odds @2.0. Hasil: Kalah . Saldo = minus Rp. 60 ribu.
Taruhan ketiga Rp. 60 ribu posisi odds @2.5. Hasil: Kalah . Saldo = minus Rp. 120 ribu.
Taruhan keempat Rp. 80 ribu posisi odds @3.0. Hasil: Kalah . Saldo = minus Rp. 200 ribu.
Taruhan kelima Rp. 100 ribu posisi odds @3.5. Hasil: Menang . Saldo = plus Rp. 50 ribu.

Perhatikan simulasi taruhan berjalan di atas tersebut, bukankah kamu cukup butuh 1 kemenangan saja lalu siklus taruhan kembali bisa diulang? Tentu saja ada kelebihan juga kelemahan dari strategi bertaruh Belanda Dutch Betting ini. Seperti simulasi diatas kelebihannya adalah anda bisa mendapatkan profit dari contoh di atas tanpa harus menggandakan jumlah taruhan. Lihatlah simulasi di atas hanya dengan menaikkan Rp. 20 ribu pada setiap taruhan berjalan namun oddsnya bertambah sangat besar yaitu 0,5 pada setiap taruhan. Dipastikan faktor ini membuat strategi taruhan belanda ini tidak membutuhkan modal sebesar strategi Martingale yang mewajibkan pemain harus melipat taruhan di setiap putaran jika dirinya mengalami kekalahan.

Kelemahannya adalah semua bettor pasti tahu dan paham betul bahwa semakin besar odds yang diberikan oleh bandar maka akan semakin susah pula bagi pemain untuk mendapatkan kemenangan di laga tersebut. Jadi semakin sering kamu kalah maka peluang kamu untuk menang juga akan meningkat kesulitannya.

Sesuai dengan yang kami jabarkan, sistem taruhan Belanda (Dutch Betting) ini dianggap lebih efisien dari strategi melipat taruhan dan bisa dilakukan dalam putaran yang lebih panjang. Namun masalahnya, si bettor harus memiliki kemampuan menganalisa pasaran dengan baik sehingga menemukan odds yang layak dimainkan. Kalau kamu mau bertaruh dengan menerapkan strategi Dutch Betting, kamu perlu memiliki pemahaman yang sangat tinggi terhadap bursa pasaran yang sedang berlaku.